another somebody to love also
Sunday, May 13th, 2007Aku didera cinta lama.
Bukan buta, bukan tak biasa, tapi meraja.
Tak biasa memang.
Terlalu fana namun bagiku ini seolah nyata.
Dia mungkin bukan siapa-siapa.
Namun mampu membuka gerbang karat ini.
Gelap dibuat sedikit lebih terang, yah setidaknya aku tahu kemana langkahku berjalan.
Kemarin dia siapa-siapa.
Namanya selalu ada dalam benak, pikir, langkah, nafas, senyum, mobil, handphone, bibir, dan hmm….hati.
Bullshit mungkin terdengar. Tetapi tidak.
Terlalu lama kunci ini aku pegang lagi sendiri sejak ia kembalikan.
Kukantongi dan tidak pernah aku keluarkan apalagi kugunakan.
Mengunci bibir dan hati kecilku.
Mungkin aku terlalu lama dalam sisi gelapku. Terlena karena pedih, terbuai dalam mimpi dan memori yang mengiris.
Tapi aku suka gila. Apapun alasanku dia telah ada lagi dalam lembar diriku yang kini telah berubah.
Seiring waktu pribadiku bergeser ke arah cahaya. Mencari sesuatu yang memang tak berarti: cinta.
Dia baik, perhatian, biasa, luar biasa, apa adanya, menjagaku dan membawa sebuah ketulusan yang tidak ada tapi terasa hingga ke dalam dada
Apa aku salah? Apa aku gila?
Banyak kata melawan diriku atas dia. Aku tak perduli. Siapa?
Biarkan aku berjalan berdua kali ini, sebab lihat, dibelakangku hanya langkah kakiku saja yang ada.
Mungkin beberapa langkah yang tidak beraturan yang melewati alurku.
Namun kali ini aku ingin mencoba menjadi manusia.
Mungkin tidak seutuhnya karena munafik.
Sedikit waktu yang ada untukku, ingin kubagi sedikit untuk dirinya.
Memang fana, sama saja seperti diriku, dia, dunia dan seluruh isinya.